bookmark at folkd Gembira di Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat - Ningspara

Breaking

Informasi, resensi, review buku-buku dan Produk Lainnya & Tempat membaca cerpen

Pages

Friday, May 11, 2018

Gembira di Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat

Gembira di Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat. Setelah aku posting foto-foto di Kuta, Lombok, seorang teman mengomentari, "Seriusan di Lombok? Setahuku Kuta ada di Bali." Aku langsung googling, ternyata memang pantai Kuta ada juga di Bali. Jadi, aku dan temanku sama-sama baru tahu. Aku baru tahu kalau pantai Kuta ada juga di Bali. Temanku baru tahu kalau pantai Kuta ada juga di Lombok selain di Bali. Sama-sama Pantai Kuta, pulaunya pun berdekatan. Masalah keindahan? Aku belum tahu karena belum pernah ke Kuta Bali. 
Gembira di Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat
Maaf ya, saya kan blogger buku. Bukan travel blogger sejati, jadi saya salah bawa tas ke pantai (padahal tasnya memang cuma satu)
Konon katanya, pariwisata Lombok dan Bali saling bersaing. Menurut pengakuan seorang bapak di Lombok, orang-orang Bali suka menjelek-jelekkan pariwisata di Lombok kepada turis-turis yang sedang di Bali dan mengaku ingin ke Lombok. Akhirnya turis-turis gagal merapat ke Lombok. Apa saja yang dibahas? Dari yang paling remeh temeh, sampai yang paling ekstrim. Tetapi, sebagian turis-turis itu memiliki rasa penasaran yang sangat tinggi. Makin dilarang, makin ingin mereka pergi. Alhasil, turis yang datang ke Lombok menceritakan pengakuan orang-orang Bali tentang Lombok, ternyata cerita itu tidak benar. Lombok baik-baik saja. Yep, aku tidak mau bahas ini lebih jauh. Aku dan kalian juga tidak boleh mempercayai cerita ini 80 %. Delapan puluh persen aja tidak boleh, apalagi 100 %. Apalagi yang bicara seperti ini hanya satu orang. Dan kalau pengalaman jalan-jalan kalian cukup banyak, kalian akan menemukan banyak sekali cerita-cerita aneh yang menakutkan dan seperti menyuruh kita mencurigai sesuatu yang tidak seharusnya kita curigai.

Gembira di Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat
Di sini aku menyadari kalau aku punya jurus untuk memisahkan batu-batu besar di Lombok. Waktu itu aku belum ketergantungan kaca mata. Jadi, tingkat kebahagiaannya masih besar.
Kalau kalian sering menonton pengalaman travelling orang-orang antar kota, bahkan negara, mereka sering menemukan penduduk yang mengatakan, "Apa? Selanjutnya kamu mau ke kota A/ ke negara A? Yakin? Aku dengar orang-orang di sana bla bla bla," dari yang katanya sering mencuri barang-barang turis, dinikahkan dengan penduduk setempat, hingga isu makan orang. Karena mencoba positif thinking, si turis pergi dengan banyak berdoa di hati. Sampai di negara yang dimaksud, kejadian yang sebaliknya didapat, masyarakan menyambut dia, menompangkan mobil, tempat tidur dan menawarkan makanan macam-macam. Dari yang enak sampai yang bikin muntah karena makanan itu tidak familiar bagi si turis (bukan karena beracun).
Gembira di Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat
Saran: Kalau kalian ke sini, boleh ambil foto pas matahari terbit/ terbenam. Kalau begini kurang instagramable kan ya? Kalian boleh naik ke sini asal tidak jatuh. Bahaya Cyin. Batu-batu itu tajam.
Kami sampai di bandara Praya Lombok sudah malam. Kami langsung memutuskan untuk menginap malam ini di Lombok, kemudian besok paginya ke kota Mataram, Ibu Kota Nusa Tenggara Barat. Kami langsung mengambil taksi dan dicarikan penginapan langsung oleh supir. Kami minta dicarikan penginapan paling murah. Syarat penginapan yang kami ajukan, yang penting atapnya tidak bocor. Hehe. Di tengah jalan banyak sekali anjing-anjing berwarna cokelat. Katanya sih kebanyakan anjing jalanan, tetapi tidak terlihat terlantar. Dari dalam mobil, telihat sekilas warna bulu-bulunya bersih seperti terawat. Sampai di penginapan terdengar bunyi motor dan teriak-teriak kesenangan. Teriak-teriak berbahasa bukan bahasa Indonesia. Yep, mereka adalah bule-bule yang sedang berpesta mungkin sambil ugal-ugalan. Padahal hampir tengah malam. Semakin larut semakin cair. 
Gembira di Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat
Saran: Fofo ini diambil pas betis masih agak bagus. Jadi kalau betis kalian agak jelek, boleh foto begini juga. Biar ketahuan kalau betis kalian jelek. Haha.
 Di penginapan kami tidak langsung tidur. Masih ngobrol dan cekikikan sama dua orang adikku. Ada saja bahan tertawaan kalau lagi bareng. Tidak lama setelah aksi ketidak sopanan kami, dinding sebelah digedor. Terdengar bahasa yang bukan bahasa Indonesia ngomel. Yap, entah bahasa apapun itu, pasti artinya, "Jangan ribut, Tidur!". Dinding ini tipis. Kalau orang bahas rencana pencurian pasti deh ketahuan. Maklumlah, kan penginapan murah. Tapi untuk ukuran kami, penginapa ini mahal sih. Hehe. Kami akhirnya tahu diri dan diam.
Gembira di Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat
Foto ini berkesan karena pengikat kepala ini adalah motif Dayak Kalbar. Kalau kalian jalan-jalan jangan lupa bawa aksesoris yang unik-unik biar fotonya instagramable. Hehe.
Gembira di Pantai Kuta, Lombok Nusa Tenggara Barat karena baru pertama kalinya aku menemukan pantai dengan penampilan begini. Pantai yang sebelumnya pernah aku kunjungi adalah pantai Pandan, Pantai Binasi, dan pantai lainnya di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Pantainya berpasir biasa, ombaknya tidak besar, airnya berwarna coklat khas pasir yang diaduk-aduk ombak. Ada juga jenis pantai lainnya yang unik, yang kutemukan di Kalimantan Barat, pantainya punya batu-batu besar seperti batu yang biasa kita temui di sungai. Beda daerah beda gaya. Tuhan memang mengkehendaki manusia traveling.

Tetapi di Lombok, airnya biru. Persis warna langit. Pantainya berbatu-batu mirip karang yang tua. Ini sangat baru. Itulah kenapa kita perlu bepergian sesekali. Karena tanah di tempat A berbeda dengan tanah di tempat B. Bukan cuma itu, warna langitnya juga khas. 
Gembira di Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat
Saran ide Pose foto di Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat: Biar kayak orang baik, padahal iya.
Di pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat kebanyakan manusia itu ada dua jenis. Penduduk asli dan bule. Sejauh mata memandang, kita seperti melihat susu dan kopi berjalan. Penduduk asli Lombok rambutnya lurus,  kulitnya hitam. Entah karena hitam dari sananya atau hitam karena kepangggang matahari. Bayangkan aja, tiap hari di bawah terik matahari pantai. Ya pastilah gosong. Kalau kami, ya kopi mocca yang ada susunya sedikit. 

Bagiku sendiri, bepergian ke suatu tempat juga perlu melihat manusia-manusia yang ada di situ. Bagaimana mereka berkomunikasi dengan orang lain, apakah kasar, apakah keras, apakah lembut atau penuh tipu daya, seperti teknik closing yang gencar agar kita beli produk yang ditawarkan.
Adik-adik berjualan gelang. 3-4 ribu harganya. See, mereka mirip kopi kan? Aku mirip mocca. Matahari memang tidak bisa ditolerir. Temanku yang bekerja sebagai lifeguard di kolam renang juga jadi kayak kopi. Proud of them. Aku juga dulu pernah berjualan jagung waktu seumuran mereka ini.
Sayangnya kami harus segera ke Mataram. Snorkeling dan semua aktivitas pantai yang ditawarkan hanyalam mimpi belaka bagi kami. Kami harus segera melanjutkan perjalanan ke kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Tiket Kupang sudah di tangan. Terlambat sedikit berarti membuang uang jutaan rupiah. Dengan kata lain, di Kuta Lombok, kami hanya numpang tidur dan numpang sarapan. Pengen sih numpang BAB di sana, tetapi dalam perjalanan, pencernaanku butuh trik ekstra untuk bisa BAB. Pencernaanku sering stress jadi tidak konsentrasi. Di Kupang, kami punya cerita sendiri.
Gembira di Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat
Foto model begini lagi trend waktu itu. Jadi, kami tidak ketinggalan.

Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat memang bikin hati gembira. Segera ke sini kalau ada waktu dan kesempatan. Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat . Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat . Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat . Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat . Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat . Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pantai Kuta Lombok, Nusa Tenggara Barat.

No comments:

Post a Comment