bookmark at folkd Even Literasi Universitas Tanjungpura Bersama Soesilo Toer - Ningspara

Breaking

Informasi, resensi, review buku-buku dan Produk Lainnya & Tempat membaca cerpen

Rabu, 02 Mei 2018

Even Literasi Universitas Tanjungpura Bersama Soesilo Toer

Even Literasi Universitas Tanjungpura Bersama Soesilo Toer di Pontianak.  Pada hari Sabtu, 28 Apri 2018 Universitas Tanjungpura mengadakan kegiatan Untan Book Fair yang dilaksanakan oleh Mimbar Untan. Kegiatan ini bertemakan: Meneguhkan Semangat Literasi di Era Digital. Diadakan dengan serangkain kegiatan seperti penjualan buku, lomba baca puisi, diskusi literasi bersama Beni Sulastio dan kegiatan puncaknya adalah talk show bersama Soesilo Toer, yang merupakan adik kandung dari Pramoedya Ananta Toer yang telah wafat tahun 2006 silam. 
Even Literasi Universitas Tanjungpura Bersama Soesilo Toer. Bersama Untan membangun negeri. Untan Pontianak. Pramoedya Ananta Toer.
Buku Komponis kecil yang ditulis oleh Soesilo Toer, ditandatangani saat itu juga
Geliat even literasi memang sudah cukup populer di Kalimantan Barat. Setelah Kalbar Bookfair yang diadakan di Rumah Adat Dayak, Rumah Radank pada 1-7 November 2017 lalu, kemudian bermunculan even literasi lainnya seperti Singkawang Book fair, Untan Bookfair, Feslikha atau Festival Literasi Khatulistiwa oleh Bank Indonesia (27-29 April 2018), dan yang akan menyusul adalah Mempawah Book Fair (6-10 Mei) di gedung perpustakaan daerah Kab. Mempawah, Kalimantan Barat. 

Manusia berhak berusaha sesuai dengan kebebasannya- Soesilo Toer
Even Literasi ini merupakan perayaan Hari Buku Sedunia atau National World Book Day oleh UNESCO yang dirayakan setiap 23 April setiap tahunnya. Negara-negara yang merayakan ini adalah negara yang tergabung sebagai anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Tujuan pastinya untuk mempromosikan pentingnya peran membaca bagi seluruh manusia. 



Karena Untan Book Fair, Soesilo Toer menginjakkan kaki di kota Bersinar Pontianak untuk pertama kalinya. Soesilo Toer menceritakan beberapa perbedaan antara dirinya dengan Pramoedya Ananta Toer. Menurut Pak Soes (baca: Pak Sus), dia lebih banyak kelebihannya dari pada mendiang Pramoedya Ananta Toer yang berbeda usia 12 tahun dengannya. Perbedaan pertama adalah tinggi badan. "Saya pendek. Tetapi Pram kalah pendek dari saya," kata Pak Soes. Menurut Soesilo Toer ini diakibatkan karena perekonomian keluarga pada saat mereka dilahirkan. Pram dilahirkan ketika keadaan ekonomi keluarga mereka lagi baik. Sebaliknya, ketika Pak Soes lahir, ekonomi keluarga sedang buruk.


Even Literasi Universitas Tanjungpura Bersama Soesilo Toer. Komponis kecil oleh soesilo toer.  Bersama Untan membangun negeri. Untan Pontianak. Pramoedya Ananta Toer.
Buku Soesilo Toer berjudul Komponis Kecil boleh dipinjam ke saya bagi yang mau baca

Kelebihan
Pramoedya Ananta Toer
Soesilo Toer
Kalah pendek
pendek
Menulis tetralogi Buru
Menulis pentalogi
Lebih tua
Lebih muda
Memiliki 9 anak
Memiliki  satu anak
 Tutup usia : 81 tahun 2 bulan
usia : 81 tahun, 3 bulan dan masih sehat
Kekurangan
Pengarang (menulis buku fiksi yang mengandung fakta)
Penulis (hanya menulis fakta saja)

Bagi Soesilo Toer, Pram tidak hanya sebatas abangnya saja, tetapi juga guru atau panutannya. Karena itu dia ingin mengalahkan Pram dan memang di beberapa hal, Pak Soes mengaku sudah lebih hebat dari Pram. "Murid itu harus lebih hebat dari gurunya. Kalau tidak, suatu negara termasuk Indonesia akan susah maju," kata Pak Soes, yang disambut dengan ketawa dan tepuk tangan dari para penonton. "Tetapi sampai sekarang saya belum bisa menyaingi Pram dalam hal menulis. Pram adalah seorang pengarang. Dia berhasil menggabungkan fakta dengan fiksi. Saya hanya bisa menulis fakta. Saya belum bisa disebut pengarang. Itu definisi saya tentang perbedaan pengarang dan penulis."

Baca juga : Bersama Untan Membangun Negeri

Pertanyaan-pertanyaan dari peserta pada Soesilo Toer di Untan Book Fair:

tanya: Pak, saya ingin jadi penulis. Apakah saya cocok? Bagaimana caranya jadi penulis?
jawab: Anda ingin menjadi penulis, jangan tergantung saya. Tergantung pada Anda. Caranya adalah, tulislah kalimat pertama yang bisa mengajak pembaca ke kalimat selanjutnya. Kedua, seperti kata Einstein, carilah pengalaman sebanyak-banyaknya. Bacalah buku sebanyak-banyaknya. Bacalah kehidupan ini. Kemudian simpulkan! Kesimpulan Anda adalah ilmu baru yang berasal dari Anda sekalian.
Even Literasi Universitas Tanjungpura Bersama Soesilo Toer. Bersama Untan membangun negeri. Untan Pontianak. Pramoedya Ananta Toer.
Soesilo Toer menandatangani banyak buku. Awalnya dia berdiri. Karena terlalu lama, akhirnya panitia menyediakan kursi. Aku tidak bisa bayangkan seusia ini. Mungkin sudah tak mampu berdiri.

tanya: Tadi bapak menyebutkan kalimat "menjadi manusia". Bagaimana caranya menjadi manusia? Apakah saya sudah menjadi manusia? Apakah harus menjadi penulis agar jadi manusia?
jawab: (tertawa) Carilah hakikat diri Anda, baru jadi manusia. Tidak harus jadi penulis. Menjadi manusia itu harus melakukan 3 hal. Yaitu belajar, bekerja, dan berkarya. Karena itu Pram berkarya.

tanya: Ketika saya menulis dan menemukan kejenuhan, bagaimana solusinya? 
jawab: pacaran dong!

tanya: pacaran dengan siapa dan apa? 
jawab: ya dengan siapa saja. dengan apa saja. Kalau kejenuhan bisa hilang jika pacaran dengan buku, ya silahkan. Hanya memang ada orang-orang yang aneh. Misalnya mereka homoseksual (menyebutkan nama-nama tokoh. Saya kurang jelas mendengar karena waktu itu microphone di acara ini jelek. Cukup membuat saya kesal dari awal kegiatan.)

Even Literasi Universitas Tanjungpura Bersama Soesilo Toer. Even Literasi Universitas Tanjungpura Bersama Soesilo Toer. Bersama Untan membangun negeri. Untan Pontianak. Pramoedya Ananta Toer.
Komponis Kecil milikku ditandatangani dengan kata: Kenangan Buat Ningsih dari Soesilo Toer.
Ketika dia menanyakan namaku, dia tentu mengira aku orang Jawa. Ketika tahu aku Batak, dia ceritakan seorang temannya yang mengajari dia lagu Batak. Salah satu kata yang dia ingat adalah kata 'Nauli' berarti indah.

tanya: kenapa Pram begitu disukai?
jawab: karena dia menggabungkan fakta dengan fiksi. Dan dia Berhasil. Jika tidak berhasil, maka dia tidak akan disukai. Kuncinya itu. Harus berhasil!

tanya: Bagaimana agar kita terbiasa dengan buku?
jawab: Harus dari lingkungan terlebih dahulu. Jika kamu tidak punya lingkungan itu, maka ciptakanlah. Seperti Pram, dia sangat dekat dengan buku, melamun dan rokok. Pram itu dulu dikira bodoh karena suka melamun. Hasilnya ya buku-buku itu. Juga tentang rokok, ketika Pram ingin meninggal, anak-anaknya menaruh rokok di mulut Pram, tetapi tidak dinyalakan. Anak-anaknya mengatakan, jangan sampai nanti Pram menyesal karena tidak menemukan rokok di alam baka.

Even Literasi Universitas Tanjungpura Bersama Soesilo Toer. Bersama Untan membangun negeri. Untan Pontianak. Pramoedya Ananta Toer.
Soesilo Toer memakai sendal jepit berduri-duri ala orang tua. Memang orangnya sangat sederhada. Soesilo Toer memiliki gelar Ph.D tetapi sertifikatnya tidak diakui oleh ORBA. Dia hidup sebagai petani, penulis, bahkan pernah memulung! (Waktu itu aku juga pakai sendal jepit + baju Batik).

1 komentar: